Senin, 24 Agustus 2015

[069] Al Haaqqah Ayat 018

««•»»
[069] Al Haaqqah Ayat 018
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 17][AYAT 19]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
18of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=18&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:18

[069] Al Haaqqah Ayat 017

««•»»
Surah Al Haaqqah 17

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ
««•»»
waalmalaku 'alaa arjaa-ihaa wayahmilu 'arsya rabbika fawqahum yawma-idzin tsamaaniyatun
««•»»
Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung 'Arsy Tuhanmu di atas (kepala) mereka.
««•»»
and the angels will be all over it, and the Throne of your Lord will be borne that day by eight [angels].
««•»»

Pada Hari Kiamat itu para malaikat berada di segenap penjuru langit. Dan delapan orang malaikat menjunjung Allah di atas kepalanya. Persoalan malaikat dan Arasy ini adalah persoalan yang gaib, tidak seorangpun yang mengetahuinya. Tidak dijelaskan bentuk Arasy yang dipikul para malaikat itu, ke mana mereka membawanya. Karena itu kita menerima semuanya itu berdasarkan iman kita kepada Allah.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan malaikat-malaikat) lafal al-malaku adalah bentuk jamak dari lafal malaa'ikah, artinya malaikat-malaikat (berada di penjuru-penjuru langit) berada di seantero langit. (Dan diangkatlah Arasy Rabbmu di atas mereka) oleh malaikat-malaikat tersebut (pada hari itu yang jumlahnya ada delapan malaikat) ada delapan malaikat atau delapan barisan malaikat.
««•»»
and the angels will be [all] over its borders, the edges of the heavens, and above them — the angels that have been mentioned — on that day eight, angels or [eight] files of them, will carry the Throne of your Lord.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 16][AYAT 18]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
17of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=17&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:17

[069] Al Haaqqah Ayat 016

««•»»
Surah Al Haaqqah 16

وَانشَقَّتِ السَّماءُ فَهِيَ يَومَئِذٍ واهِيَةٌ
««•»»
wainsyaqqati alssamaau fahiya yawma-idzin waahiyatun
««•»»
Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah.
««•»»
and the sky will be split open —for it will be frail that day—
««•»»

Pada terjadinya Hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini adalah sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik menarik. Dengan adanya daya tarik menarik itu maka seluruh planet-planet itu seakan-akan terpaku di tempatnya, tidak jatuh dan tidak bergoyang. Seandainya salah satu planet saja dari planet yang banyak itu bergeser dari falaknya maka hilanglah keseimbangan tarik menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan terbelahlah langit, karena pada hari itu langit menjadi lemah) melemah.
««•»»
and the heaven will be rent asunder —for it will be very frail on that day—
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 15][AYAT 17]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
16of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=16&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:16

Selasa, 07 Juli 2015

[069] Al Haaqqah Ayat 015

««•»»
Surah Al Haaqqah 15

فَيَومَئِذٍ وَقَعَتِ الواقِعَةُ
««•»»
fayawma-idzin waqa'ati alwaaqi'atu
««•»»
Maka pada hari itu terjadilah hari kiamnat,
««•»»
then, on that day, will the Imminent [Hour] befall[1]
[1] Cf.56:1-6.
««•»»

Pada terjadinya Hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini adalah sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik menarik. Dengan adanya daya tarik menarik itu maka seluruh planet-planet itu seakan-akan terpaku di tempatnya, tidak jatuh dan tidak bergoyang. Seandainya salah satu planet saja dari planet yang banyak itu bergeser dari falaknya maka hilanglah keseimbangan tarik menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat) yakni hari terakhir.
««•»»
then, on that day, the [imminent] Event will come to pass, the Resurrection will take place,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:15

[069] Al Haaqqah Ayat 014

««•»»
Surah Al Haaqqah 14

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
««•»»
wahumilati al-ardhu waaljibaalu fadukkataa dakkatan waahidatan
««•»»
Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
««•»»
and the earth and the mountains are lifted and levelled with a single leveling,[1]
[1] Or ‘crumbled with a single crumbling.’
««•»»

Pada saat itu berguncanglah seluruh bumi, dan gunung-gunung terangkat dari tempat-tempatnya, keduanya berbenturan. Berguncangnya bumi dan bergeraknya gunung menandakan bahwa telah terjadi gempa yang dahsyat, yang menghancurkan seluruh yang ada di permukaan bumi, termasuk manusia yang berdiam di atasnya.

Pada firman Allah yang lain diterangkan:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Dan ingatlah akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan dari mereka.
(QS. Al Kahfi [18]:47)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan diangkatlah) diangkatlah ke atas (bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya) diadukan (sekali bentur.)
««•»»
and the earth and the mountains are lifted and levelled with a single levelling,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:14

[069] Al Haaqqah Ayat 013

««•»»
Surah Al Haaqqah 13

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ
««•»»
fa-idzaa nufikha fii alshshuuri nafkhatun waahidatun
««•»»
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup {1508},
{1508} Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.
««•»»
When the Trumpet is blown with a single blast
««•»»

Diterangkan, apabila Allah SWT berkehendak mendatangkan Hari Kiamat itu, maka diperintahkan-Nyalah malaikat Israfil meniup sangkakala pertama.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
(QS. Yasin [36]:82)

Dan sebagaimana firman Allah SWT:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
Artinya:
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
(QS. Yasin [36]:51)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup) yaitu, untuk tiupan yang kedua kalinya, sebagai pemula untuk dijalankannya peradilan di antara semua makhluk.
««•»»
Thus when the Trumpet is blown with a single blast, to [announce] the passing of judgement upon all creatures — this being the second [blast] —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:13

[069] Al Haaqqah Ayat 012

««•»»
Surah Al Haaqqah 12

لِنَجعَلَها لَكُم تَذكِرَةً وَتَعِيَها أُذُنٌ واعِيَةٌ
««•»»
linaj'alahaa lakum tadzkiratan wata'iyahaa udzunun waa'iyatun
««•»»
Agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
««•»»
that We might make it a reminder for you, and that receptive ears might remember it.
««•»»

Ayat-ayat ini menerangkan azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh, sehingga semua mereka musnah; yang tinggal hanyalah yang ikut bersama Nabi Nuh A.S. menaiki bahtera.

Diterangkan bahwa setelah air menggenangi seluruh negeri disertai hembusan angin topan yang dahsyat, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya menaiki bahtera yang telah disediakan, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang tenggelam.

Berdasarkan keterangan ini, sebahagian mufassir berpendapat, bahwa Nabi Nuh merupakan bapak manusia kedua setelah Adam. Karena beliau bersama orang-orang yang bersamanya yang tinggal, yang kemudian menurunkan seluruh manusia yang ada sekarang.

Allah SWT menyelamatkan semua orang-orang yang beriman dari banjir dan topan itu, serta menenggelamkan dan memusnahkan orang-orang yang ingkar kepada Nuh, agar peristiwa itu dijadikan dan pelajaran oleh orang-orang yang datang kemudian. Dengan demikian Allah SWT memperlihatkan kepada manusia kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Dengan menceritakan kisah itu, agar telinga orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, dapat mendengar dan mengambil manfaat dari wahyu wahyu yang diturunkan Allah dan mengamalkannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Agar Kami jadikan peristiwa itu) atau perbuatan ini, yaitu diselamatkan-Nya orang-orang yang beriman dan ditenggelamkan-Nya orang-orang yang kafir (peringatan bagi kalian) pelajaran (dan agar diperhatikan) supaya hal itu tetap diingat (oleh telinga yang mau mendengar) mau menerima apa yang didengarnya.
««•»»
so that We might make it, namely, this act, the saving of the believers and the destruction of the disbelievers, a reminder, a lesson, for you and that receptive ears, [ears] which remember what they hear, might remember it.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Nasai dan Imam Ibnu Abu Hatim, keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan firman-Nya, "Seseorang telah meminta..."
(Q.S. Al-Ma'arij [70]:1)

Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa orang yang meminta agar azab diturunkan ialah Nadhr bin Harits. Nadhr mengatakan, "Ya Allah, seandainya Alquran ini adalah benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit." Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Saddi, sehubungan dengan firman-Nya, "Seseorang telah meminta..."
(Q.S. Al-Ma'arij [70]:1)

Saddi menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan di Mekah berkenaan dengan peristiwa Nadhr bin Haris, karena sesungguhnya ia mengatakan, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau..."
(QS. Al Anfaal [8]:32)

Azab yang dia minta itu menimpanya pada waktu perang Badar (yakni dia mati terbunuh). Imam Ibnu Munzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Hasan yang menceritakan, bahwa ayat ini,

yaitu firman-Nya,
"Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa."
(QS. Al Ma'arij [70]:1)

Orang-orang (yakni para sahabat) mengatakan, "Kepada siapakah azab itu akan menimpa?"

Maka kembali Allah menurunkan firman-Nya yang lain yaitu,
"..akan menimpa orang-orang kafir yang tidak seorang pun dapat menolaknya."
(QS. Al Ma'arij [70]:2)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:12