Selasa, 07 Juli 2015

[069] Al Haaqqah Ayat 015

««•»»
Surah Al Haaqqah 15

فَيَومَئِذٍ وَقَعَتِ الواقِعَةُ
««•»»
fayawma-idzin waqa'ati alwaaqi'atu
««•»»
Maka pada hari itu terjadilah hari kiamnat,
««•»»
then, on that day, will the Imminent [Hour] befall[1]
[1] Cf.56:1-6.
««•»»

Pada terjadinya Hari Kiamat itu, langit dalam keadaan lemah. Jika diperhatikan hukum-hukum Allah yang berlaku di ruang angkasa, maka yang dikemukakan ayat ini adalah sesuai dengan hukum itu. Masing-masing planet di ruang angkasa itu mempunyai daya tarik menarik. Dengan adanya daya tarik menarik itu maka seluruh planet-planet itu seakan-akan terpaku di tempatnya, tidak jatuh dan tidak bergoyang. Seandainya salah satu planet saja dari planet yang banyak itu bergeser dari falaknya maka hilanglah keseimbangan tarik menarik yang ada antara planet-planet itu, sehingga planet yang kecil tertarik oleh planet yang besar. Terjadilah tabrakan antara planet-planet itu yang menghancurkan seluruh alam ini.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka pada hari itu terjadilah hari kiamat) yakni hari terakhir.
««•»»
then, on that day, the [imminent] Event will come to pass, the Resurrection will take place,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 14][AYAT 16]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
15of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=15&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:15

[069] Al Haaqqah Ayat 014

««•»»
Surah Al Haaqqah 14

وَحُمِلَتِ الْأَرْضُ وَالْجِبَالُ فَدُكَّتَا دَكَّةً وَاحِدَةً
««•»»
wahumilati al-ardhu waaljibaalu fadukkataa dakkatan waahidatan
««•»»
Dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur.
««•»»
and the earth and the mountains are lifted and levelled with a single leveling,[1]
[1] Or ‘crumbled with a single crumbling.’
««•»»

Pada saat itu berguncanglah seluruh bumi, dan gunung-gunung terangkat dari tempat-tempatnya, keduanya berbenturan. Berguncangnya bumi dan bergeraknya gunung menandakan bahwa telah terjadi gempa yang dahsyat, yang menghancurkan seluruh yang ada di permukaan bumi, termasuk manusia yang berdiam di atasnya.

Pada firman Allah yang lain diterangkan:
وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا
Dan ingatlah akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan dari mereka.
(QS. Al Kahfi [18]:47)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan diangkatlah) diangkatlah ke atas (bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya) diadukan (sekali bentur.)
««•»»
and the earth and the mountains are lifted and levelled with a single levelling,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 13][AYAT 15]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
14of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=14&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:14

[069] Al Haaqqah Ayat 013

««•»»
Surah Al Haaqqah 13

فَإِذَا نُفِخَ فِي الصُّورِ نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ
««•»»
fa-idzaa nufikha fii alshshuuri nafkhatun waahidatun
««•»»
Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup {1508},
{1508} Maksudnya: ialah tiupan yang pertama yang pada waktu itu alam semesta menjadi hancur.
««•»»
When the Trumpet is blown with a single blast
««•»»

Diterangkan, apabila Allah SWT berkehendak mendatangkan Hari Kiamat itu, maka diperintahkan-Nyalah malaikat Israfil meniup sangkakala pertama.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ يَقُولَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
Sesungguhnya perintah-Nya, apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: "Jadilah!" maka terjadilah ia.
(QS. Yasin [36]:82)

Dan sebagaimana firman Allah SWT:
وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَإِذَا هُمْ مِنَ الْأَجْدَاثِ إِلَى رَبِّهِمْ يَنْسِلُونَ
Artinya:
Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.
(QS. Yasin [36]:51)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup) yaitu, untuk tiupan yang kedua kalinya, sebagai pemula untuk dijalankannya peradilan di antara semua makhluk.
««•»»
Thus when the Trumpet is blown with a single blast, to [announce] the passing of judgement upon all creatures — this being the second [blast] —
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 12][AYAT 14]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
13of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=13&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:13

[069] Al Haaqqah Ayat 012

««•»»
Surah Al Haaqqah 12

لِنَجعَلَها لَكُم تَذكِرَةً وَتَعِيَها أُذُنٌ واعِيَةٌ
««•»»
linaj'alahaa lakum tadzkiratan wata'iyahaa udzunun waa'iyatun
««•»»
Agar Kami jadikan peristiwa itu peringatan bagi kamu dan agar diperhatikan oleh telinga yang mau mendengar.
««•»»
that We might make it a reminder for you, and that receptive ears might remember it.
««•»»

Ayat-ayat ini menerangkan azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh, sehingga semua mereka musnah; yang tinggal hanyalah yang ikut bersama Nabi Nuh A.S. menaiki bahtera.

Diterangkan bahwa setelah air menggenangi seluruh negeri disertai hembusan angin topan yang dahsyat, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya menaiki bahtera yang telah disediakan, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang tenggelam.

Berdasarkan keterangan ini, sebahagian mufassir berpendapat, bahwa Nabi Nuh merupakan bapak manusia kedua setelah Adam. Karena beliau bersama orang-orang yang bersamanya yang tinggal, yang kemudian menurunkan seluruh manusia yang ada sekarang.

Allah SWT menyelamatkan semua orang-orang yang beriman dari banjir dan topan itu, serta menenggelamkan dan memusnahkan orang-orang yang ingkar kepada Nuh, agar peristiwa itu dijadikan dan pelajaran oleh orang-orang yang datang kemudian. Dengan demikian Allah SWT memperlihatkan kepada manusia kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Dengan menceritakan kisah itu, agar telinga orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, dapat mendengar dan mengambil manfaat dari wahyu wahyu yang diturunkan Allah dan mengamalkannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Agar Kami jadikan peristiwa itu) atau perbuatan ini, yaitu diselamatkan-Nya orang-orang yang beriman dan ditenggelamkan-Nya orang-orang yang kafir (peringatan bagi kalian) pelajaran (dan agar diperhatikan) supaya hal itu tetap diingat (oleh telinga yang mau mendengar) mau menerima apa yang didengarnya.
««•»»
so that We might make it, namely, this act, the saving of the believers and the destruction of the disbelievers, a reminder, a lesson, for you and that receptive ears, [ears] which remember what they hear, might remember it.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
klik ASBABUN NUZUL klik
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

Imam Nasai dan Imam Ibnu Abu Hatim, keduanya mengetengahkan sebuah hadis melalui Ibnu Abbas r.a. sehubungan dengan firman-Nya, "Seseorang telah meminta..."
(Q.S. Al-Ma'arij [70]:1)

Ibnu Abbas r.a. mengatakan, bahwa orang yang meminta agar azab diturunkan ialah Nadhr bin Harits. Nadhr mengatakan, "Ya Allah, seandainya Alquran ini adalah benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit." Imam Ibnu Abu Hatim mengetengahkan sebuah hadis melalui Saddi, sehubungan dengan firman-Nya, "Seseorang telah meminta..."
(Q.S. Al-Ma'arij [70]:1)

Saddi menceritakan, bahwa ayat ini diturunkan di Mekah berkenaan dengan peristiwa Nadhr bin Haris, karena sesungguhnya ia mengatakan, sebagaimana yang disitir oleh firman-Nya, "Ya Allah, jika betul (Alquran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau..."
(QS. Al Anfaal [8]:32)

Azab yang dia minta itu menimpanya pada waktu perang Badar (yakni dia mati terbunuh). Imam Ibnu Munzir mengetengahkan sebuah hadis melalui Hasan yang menceritakan, bahwa ayat ini,

yaitu firman-Nya,
"Seseorang telah meminta kedatangan azab yang akan menimpa."
(QS. Al Ma'arij [70]:1)

Orang-orang (yakni para sahabat) mengatakan, "Kepada siapakah azab itu akan menimpa?"

Maka kembali Allah menurunkan firman-Nya yang lain yaitu,
"..akan menimpa orang-orang kafir yang tidak seorang pun dapat menolaknya."
(QS. Al Ma'arij [70]:2)
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 11][AYAT 13]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
12of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=12&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:12

[069] Al Haaqqah Ayat 011

««•»»
Surah Al Haaqqah 11

إِنَّا لَمَّا طَغَى الْمَاءُ حَمَلْنَاكُمْ فِي الْجَارِيَةِ
««•»»
innaa lammaa thaghaa almaau hamalnaakum fii aljaariyati
««•»»
Sesungguhnya Kami, tatkala air telah naik (sampai ke gunung) Kami bawa (nenek moyang) kamu {1507}, ke dalam bahtera,
{1507} Yang dibawa dalam bah.
««•»»
Indeed when the Flood rose high, We carried you in a floating ark,
««•»»

Ayat-ayat ini menerangkan azab yang telah ditimpakan kepada kaum Nuh, sehingga semua mereka musnah; yang tinggal hanyalah yang ikut bersama Nabi Nuh A.S. menaiki bahtera.

Diterangkan bahwa setelah air menggenangi seluruh negeri disertai hembusan angin topan yang dahsyat, Allah memerintahkan agar Nabi Nuh dan orang-orang yang beriman bersamanya menaiki bahtera yang telah disediakan, agar mereka tidak termasuk orang-orang yang tenggelam.

Berdasarkan keterangan ini, sebahagian mufassir berpendapat, bahwa Nabi Nuh merupakan bapak manusia kedua setelah Adam. Karena beliau bersama orang-orang yang bersamanya yang tinggal, yang kemudian menurunkan seluruh manusia yang ada sekarang.

Allah SWT menyelamatkan semua orang-orang yang beriman dari banjir dan topan itu, serta menenggelamkan dan memusnahkan orang-orang yang ingkar kepada Nuh, agar peristiwa itu dijadikan dan pelajaran oleh orang-orang yang datang kemudian. Dengan demikian Allah SWT memperlihatkan kepada manusia kekuasaan dan kebesaran-Nya.

Dengan menceritakan kisah itu, agar telinga orang-orang yang benar-benar beriman kepada Allah, dapat mendengar dan mengambil manfaat dari wahyu wahyu yang diturunkan Allah dan mengamalkannya.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Sesungguhnya Kami tatkala air naik) naik ke atas, sehingga segala sesuatu termasuk gunung-gunung dan lain-lainnya semuanya tenggelam yaitu, pada masa banjir besar (Kami bawa kalian) bapak moyang kalian, karena kalian pada zaman itu masih berada di dalam tulang sulbi mereka (ke dalam bahtera) atau perahu yang dibuat oleh Nabi Nuh. Akhirnya, selamatlah Nabi Nuh beserta orang-orang yang beriman bersamanya yang berada di dalam bahtera itu, sedangkan yang lainnya semua mati tenggelam.
««•»»
Truly when the waters rose high, [when] they rose above all things including mountains and otherwise at the time of the Flood, We carried you, meaning, your forefathers, you being in their loins, in the sailing vessel, the ark which Noah built and by which he and those with him were saved while all the others drowned,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 10][AYAT 12]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
11of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=11&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:11

[069] Al Haaqqah Ayat 010

««•»»
Surah Al Haaqqah 10

فَعَصَوا رَسولَ رَبِّهِم فَأَخَذَهُم أَخذَةً رابِيَةً
««•»»
fa'ashaw rasuula rabbihim fa-akhadzahum akhdzatan raabiyatan
««•»»
Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
««•»»
Then they disobeyed the apostle of their Lord, so He seized them with a terrible seizing.
««•»»

Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Firaun dan Lut beserta pengikut-pengikutnya juga telah berbuat kerusakan yang besar yaitu telah mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh karena itu mereka diazab oleh Tuhan.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ
Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.
(QS. Qaf [50]:14)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka masing-masing mereka mendurhakai rasul Rabb mereka) mendurhakai Nabi Luth dan nabi-nabi lainnya (lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras) siksaan yang lebih keras daripada siksaan-siksaan lainnya.
««•»»
Then they disobeyed the messenger of their Lord, namely, Lot and others, so He seized them with a devastating blow, one surpassing others in its severity.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 9][AYAT 11]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
10of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=10&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:10

[069] Al Haaqqah Ayat 009

««•»»
Surah Al Haaqqah 9

وَجاءَ فِرعَونُ وَمَن قَبلَهُ وَالمُؤتَفِكاتُ بِالخاطِئَةِ
««•»»
wajaa-a fir'awnu waman qablahu waalmu/tafikaatu bialkhaathi-ati
««•»»
Dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (penduduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar {1506}.
{1506} Maksudnya: umat-umat dahulu yang mengingkari nabi-nabi seperti kaum shaleh, kaum Syu`aib dan lain-lain dan negeri-negeri yang dijungkir balikkan ialah negeri-negeri kaum Luth. sedang kesalahan yang dilakukan mereka ialah mendustai Para rasul.
««•»»
Then brought Pharaoh and those who were before him, and the towns that were overturned, iniquity.
««•»»

Dalam ayat-ayat ini, diterangkan bahwa Firaun dan Lut beserta pengikut-pengikutnya juga telah berbuat kerusakan yang besar yaitu telah mendustakan para rasul yang diutus Allah kepada mereka. Oleh karena itu mereka diazab oleh Tuhan.

Dalam ayat lain Allah SWT berfirman:
كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ
Semuanya telah mendustakan rasul-rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.
(QS. Qaf [50]:14)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan telah datang Firaun dan orang-orang yang mengikutinya) beserta para pengikutnya. Menurut suatu qiraat, lafal qabilahu dibaca qablahu sehingga artinya, orang-orang kafir yang sebelumnya (dan negeri-negeri yang dijungkirbalikkan) penduduknya dijungkirbalikkan berikut negeri-negeri tempat tinggal mereka; yang dimaksud adalah negeri-negeri tempat tinggal kaum Nabi Luth (karena kesalahan yang besar) karena mereka mengerjakan perbuatan-perbuatan dosa besar.
««•»»
And Pharaoh and those of his followers (man qibalahu: a variant reading has man qablahu, that is to say, those disbelieving communities who came before him) and the Deviant [cities], that is, their inhabitants — these being the cities of the people of Lot — brought iniquity, [they committed] deeds that were iniquitous.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 8][AYAT 10]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
9of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=9&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:9

[069] Al Haaqqah Ayat 008

««•»»
Surah Al Haaqqah 8

فَهَل تَرىٰ لَهُم مِن باقِيَةٍ
««•»»
fahal taraa lahum min baaqiyatin
««•»»
Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tinggal di antara mereka {1505}.
{1505} Maksudnya: mereka habis dihancurkan sama sekali dan tidak punya keturunan.
««•»»
So do you see any trace of them?
««•»»

Angin dingin yang amat kencang itu bertiup di negeri mereka tidak henti-hentinya selama tujuh malam delapan hari, memusnahkan rumah-rumah, istana-istana, harta benda, binatang ternak, tanaman-tanaman dan semua yang ada di negeri mereka.

Perkataan "tujuh malam delapan hari" memberi peringatan bahwa angin kencang dingin itu benar-benar merupakan azab bagi mereka, menimpa seluruh yang ada di negeri mereka serta azab yang selama itu memusnahkan seluruh mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Maka apakah kamu melihat bekas-bekas mereka?) lafal baaqiyah adalah sifat dari lafal nafsin yang diperkirakan keberadaannya; yaitu apakah kamu melihat seseorang pun yang tinggal di antara mereka? Atau lafal baaqiyah ini huruf ta-nya untuk menunjukkan makna mubalaghah, yakni bekas-bekasnya? Tentu saja tidak.
««•»»
So do you see any remnant of them? (min bāqiyatin: this is either the adjectival qualification of an implicit nafs, ‘soul’, or the [final suffixed] tā’ is for hyperbole, in other words [understand it as fa-hal tarā lahum] min bāqin, ‘any one remaining?’ No!).

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 7][AYAT 9]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
8of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=8&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:8

[069] Al Haaqqah Ayat 007

««•»»
Surah Al Haaqqah 7

سَخَّرَها عَلَيهِم سَبعَ لَيالٍ وَثَمانِيَةَ أَيّامٍ حُسومًا فَتَرَى القَومَ فيها صَرعىٰ كَأَنَّهُم أَعجازُ نَخلٍ خاوِيَةٍ
««•»»
wa-ammaa 'aadun fauhlikuu biriihin sharsharin 'aatiyatin
««•»»
Yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kaum 'Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk).
««•»»
which He disposed against them for seven grueling[1] nights and eight days, so that you could have seen the people lying about therein prostrate as if they were hollow trunks of palm trees.
[1] Or ‘successive.’
««•»»

Angin dingin yang amat kencang itu bertiup di negeri mereka tidak henti-hentinya selama tujuh malam delapan hari, memusnahkan rumah-rumah, istana-istana, harta benda, binatang ternak, tanaman-tanaman dan semua yang ada di negeri mereka.

Perkataan "tujuh malam delapan hari" memberi peringatan bahwa angin kencang dingin itu benar-benar merupakan azab bagi mereka, menimpa seluruh yang ada di negeri mereka serta azab yang selama itu memusnahkan seluruh mereka.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Yang Allah tundukkan angin itu) artinya Allah mengirimkannya dengan kekuasaan-Nya (kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari) dimulai pada pagi hari Rabu, tanggal dua puluh dua bulan Syawal; angin itu terjadi di pertengahan musim dingin (terus-menerus) atau secara berturut-turut. Keadaan angin itu diserupakan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh tukang setrika, yaitu sewaktu ia mengulang-ulang setrikaannya pada penyakit yang diobatinya. Yakni, ia mengulang-ulanginya dari satu waktu ke waktu yang lainnya hingga penyakitnya lenyap sama sekali (maka kamu lihat kaum `Ad pada waktu itu mati bergelimpangan) mereka tercampakkan ke dalam keadaan binasa (seakan-akan mereka batang) pokok (pohon kurma yang lapuk) yang jatuh karena keropos atau lapuk.
««•»»
He forced it upon them for seven nights and eight days, the first of which was the morning of Wednesday, eight days before the end of [the month of] Shawwāl, and this was at the height of winter, successively, one after the next (husūman: it [the action of the wind] is likened to the repeated actions of a hāsim, ‘one cauterizing a wound’, time and again until it [the blood] has been cut off, inhsama) so that you might have seen the people therein lying prostrate, lying dead on the ground, as if they were the hollow, collapsed, trunks of palm-trees.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 6][AYAT 8]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
7of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=7&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:7

[069] Al Haaqqah Ayat 006

««•»»
Surah Al Haaqqah 6

وَأَمَّا عَادٌ فَأُهْلِكُوا بِرِيحٍ صَرْصَرٍ عَاتِيَةٍ
««•»»
wa-ammaa 'aadun fauhlikuu biriihin sharsharin 'aatiyatin
««•»»
Adapun kaum 'Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang,
««•»»
And as for ʿĀd, they were destroyed by a fierce icy gale,
««•»»

Adapun kaum `Ad, mereka telah dibinasakan Allah dengan angin dingin yang sangat kencang.

Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:
فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنْصَرُونَ
Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.
(QS Fushshilat [41]:16)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Adapun kaum Ad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat keras) sangat keras suaranya (lagi amat kuat) kuat lagi keras; angin tersebut ditimpakan atas kaum Ad, sekalipun mereka kuat lagi keras tetapi menghadapi angin ini mereka tidak berarti apa-apa.
««•»»
And as for ‘Ād, they were destroyed by a deafening, intensely clamorous, violent wind, [that was] powerful and severe [in its assault] upon ‘Ād, despite their power and might.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 5][AYAT 7]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
6of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=6&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:6

Minggu, 05 Juli 2015

[069] Al Haaqqah Ayat 005

««•»»
Surah Al Haaqqah 5

فَأَمَّا ثَمُودُ فَأُهْلِكُوا بِالطَّاغِيَةِ
««•»»
fa-ammaa tsamuudu fauhlikuu bialththaaghiyati
««•»»
Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan kejadian yang luar biasa {1504}.
{1504} Yang dimaksud dengan kejadian luar biasa itu ialah petir yang Amat keras yang menyebabkan suara yang mengguntur yang dapat menghancurkan.
««•»»
As for Thamūd, they were destroyed by the Cry.
««•»»

Kaum Samud telah dihancurkan Allah dengan "tagiah" yaitu suara petir yang mengguntur dari langit yang membinasakan semua yang ada di permukaan bumi. Disebut "tagiah" (sesuatu yang luar biasa) karena memang suara itu luar biasa; tidak seperti suara petir yang pernah terjadi. Mereka diazab oleh Tuhan karena kaum Samud itu telah bertindak melampaui batas, yang telah ditetapkan Nabi Saleh A.S. terhadap mereka. Mereka membunuh unta betina yang di perintahkan oleh Saleh kepada mereka agar menjaganya dengan baik.

Allah SWT berfirman:
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا  •  إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا  •  فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا  •  فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا
(Kaum) Samud telah mendustakan (Rasulnya) karena mereka melampaui batas, ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka, lalu Rasul Allah (Saleh) berkata kepada mereka "(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya". Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Tuhan mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)".
(QS. Asy Syams [91]:11-14)

Pada firman Allah yang lain diterangkan bahwa kaum Samud dibinasakan dengan "Sa'iqah" (petir).
وَأَمَّا ثَمُودُ فَهَدَيْنَاهُمْ فَاسْتَحَبُّوا الْعَمَى عَلَى الْهُدَى فَأَخَذَتْهُمْ صَاعِقَةُ الْعَذَابِ الْهُونِ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Dan adapun kaum Samud, maka mereka telah Kami beri petunjuk tetapi mereka lebih menyukai buta (kesesatan) dari petunjuk itu, maka mereka disambar petir azab yang menghinakan disebabkan apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Fushshilat [41]:17)

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Adapun kaum Tsamud, maka mereka telah dibinasakan dengan teriakan yang dahsyat) teriakan yang kerasnya melampaui batas.
««•»»
As for Thamūd, they were destroyed by the [overwhelming] Roar, an excessively severe cry.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

[AYAT 4][AYAT 6]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
5of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=5&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#69:5