««•»»
Surah Al Haaqqah 3
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ
««•»»
wamaa adraaka maa alhaaqqatu
««•»»
Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
««•»»
What will show you what is the Besieger?!
««•»»
Apa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya Hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang hakikat dan bentuk kejadian yang terjadi pada Hari Kiamat, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang tidak dapat dicapai oleh makhluk. Tidak ada seorangpun yang dapat mengira-ngirakan keadaan Hari Kiamat itu. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena kiamat itu tidak dapat diketahui hakikatnya, tentu orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat mereka ketahui atau pikiran mereka tidak akan dapat mencapai pengetahuan itu.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan tahukah kamu) sudah tahukah kamu (apakah hari yang benar itu?) ungkapan ini menambah keagungan hari kiamat. Maa yang pertama menjadi mubtada sedangkan maa yang kedua menjadi khabarnya. Dan maa yang kedua berikut khabarnya berkedudukan sebagai maf`ul kedua dari lafal adraa.
Surah Al Haaqqah 3
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحَاقَّةُ
««•»»
wamaa adraaka maa alhaaqqatu
««•»»
Dan tahukah kamu apakah hari kiamat itu?
««•»»
What will show you what is the Besieger?!
««•»»
Apa yang dapat dijadikan sumber pengetahuan untuk mengetahui terjadinya Hari Kiamat itu? Dari pertanyaan ini dipahami bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memberikan keterangan kepada manusia tentang hakikat dan bentuk kejadian yang terjadi pada Hari Kiamat, karena pengetahuan tentang Hari Kiamat itu adalah pengetahuan yang tidak dapat dicapai oleh makhluk. Tidak ada seorangpun yang dapat mengira-ngirakan keadaan Hari Kiamat itu. Kejadian dan peristiwanya lebih hebat dari yang pernah digambarkan oleh siapa pun. Karena kiamat itu tidak dapat diketahui hakikatnya, tentu orang-orang musyrik tidak dapat mengingkarinya. Jika mereka mengingkarinya berarti mereka mengingkari sesuatu yang tidak dapat mereka ketahui atau pikiran mereka tidak akan dapat mencapai pengetahuan itu.
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
(Dan tahukah kamu) sudah tahukah kamu (apakah hari yang benar itu?) ungkapan ini menambah keagungan hari kiamat. Maa yang pertama menjadi mubtada sedangkan maa yang kedua menjadi khabarnya. Dan maa yang kedua berikut khabarnya berkedudukan sebagai maf`ul kedua dari lafal adraa.
««•»»
And how would you know what the Reality is? ([repeated as] an extra emphasis of its enormity; the first mā [of the previous verse] is the subject, the second one, its predicate; the second mā and its predicate also function as the second direct object of [the verb] ‘knowing’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#69:3
And how would you know what the Reality is? ([repeated as] an extra emphasis of its enormity; the first mā [of the previous verse] is the subject, the second one, its predicate; the second mā and its predicate also function as the second direct object of [the verb] ‘knowing’).
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
•[AYAT 2]•[AYAT 4]•
•[KEMBALI]•
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of52
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=69&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2
http://al-quran.info/#69:3


Tidak ada komentar:
Posting Komentar